LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG- Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal, meluncurkan kain tenun Sulam Jelujur di komplek perkantoran Pemda Kabupaten Pesawaran, Senin (25/10).
Riana Sari Arinal mengungkapkan, kain tenun Sulam Jelujur merupakan salah satu kekayaan budaya milik Provinsi Lampung yang unik dan ciri khas tersendiri.
“Kain tenun Sulam Jelujur ialah salah satu produk khas daerah Lampung yang perlu sentuhan inovasi dari tangan-tangan kreatif. Saat ini ada 130 perajin dari 8 kelompok yang ada di Kabupaten Pesawaran,” katanya.
Menurutnya, peran dan dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan melalui regulasi, permodalan dan pemasaran.
Dia berharap peluncuran kain tenun Sulam Jelujur berdampak ekonomi secara luas kepada masyarakat, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian.
Dekranasda Lampung terus berupaya mendorong kabupaten/kota menggali potensi daerahnya. Juga mengajak perajin dan UKM mengembangkan dan memasarkan hasil kerajinan lokal hingga bisa dikenal masyarakat luas.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, Dekranasda harus bersinergi. Saya berharap agar ini demi kemajuan Dekranasda dan UMKM. Kita harus berinovasi melalui para perajin di kabupaten,” ucap Riana.
Penyelenggaraan Lampung Craft pada tanggal 27 sampai dengan 29 Oktober 2021 sebagai persiapan Ina Craft yang sudah 2 tahun selama Pandemi Covid-19 tak dapat digelar.
Dia juga berharap agar dekranasda kabupaten/kota dapat menjalin kerja sama dengan para desainer nasional agar produk-produk kerajinan dapat dikenalkan dan dipromosikan hingga ke negara-negara lain hingga akan berdampak positif untuk kemajuan hasil kerajinan Lampung.
“Jika ingin cepat go internasional, kita harus menggandeng disainer nasional,” ucapnya.
Riana juga mendorong dekranasda kabupaten/kota memberikan kesempatan para perajin berinovasi dan mengikuti berbagai even baik tingkat daerah, nasional maupun internasional, seperti pameran, pelatihan perajin dan lain sebagainya.
*****Rambah Mancanegara
Ketua Dekranasda Kabupaten Pesawaran, Nanda Indira Dendi, mengatakan, peluncuran kain tenun Sulam Jelujur bertujuan mendorong kiprah pelaku ekonomi kreatif, mempromosikan karya para perajin, dan upaya meningkatkan ekonomi para perajin.
Selain itu, kegiatan ini merupakan upaya menggali, mengembangkan potensi masyarakat, dan melestarikan warisan budaya Pesawaran yang bersinergi dengan seluruh perajin dan stakeholder di Pesawaran.
“Kain tenun Sulam Jelujur sudah merambah hingga Croasia, Nederland, dan Afrika,” ungkapnya.
Dia menambahkan, kain tenun Sulam Jelujur merupakan kain khas Pesawaran warisan budaya lokal yang disulam para perajin yang merupakan pelaku UKM dari Desa Sungai Langka, Kabupaten Pesawaran.
Sementara itu, Bupati Pesawaran berharap peluncuran kain tenun Sulam Jelujur akan memotivasi para perajin untuk lebih giat berinovasi sehingga memberi dampak pada pertumbuhan perkonomian.
Dendi berkomitmen akan terus mengembangkan dan mempromosikan kain sulam jelujur sebagai upaya mengangkat nilai budaya lokal dan meningkatkan nilai tambah perajin.








