LAMPUNGONE.CO,BANDARLAMPUNG. Sekolah Rakyat (SR) jenjang SD dan SMP atau rintisan 1C resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 29 September 2025 dengan jumlah 50 orang di jenjang SD dan 25 orang di jenjang SMP yang berasal dari berbagai kecamatan dan kelurahan di Kota Bandar Lampung. Rabu (01/10/2025).
Program ini digelar serentak secara Nasional di 65 titik, dengan Lampung mendapat dua lokasi pelaksanaan, yakni di Balai Latihan Kerja (BLK) Jalan PU, Kota Bandar Lampung, serta Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Taman Sari, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi menjelaskan, setiap titik pelaksanaan SR akan membuka dua rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SD, masing-masing berisi 50 siswa, dan satu rombel SMP berkapasitas 25 siswa.
“Untuk pelaksanaan di BLK Jalan PU, kegiatan MPLS dan pembelajaran perdana ditetapkan pada 29 September. Sementara untuk di Lampung Timur akan dimulai pada 30 September dengan jumlah rombel yang sama,” ujarnya
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 35 Bandarlampung, Anton Hamidi, Menjelaskan MPLS akan berlangsung selama dua pekan dengan agenda perkenalan lingkungan sekolah dan asrama, pengenalan potensi diri, hingga tes DNA talent untuk mengidentifikasi bakat dan minat siswa.
“Juga nanti akan ada narasumber-narasumber yang di bidang pendidikan, juga psikolog.Juga nanti akan melatih di sesi kesamaptaan juga bekerjasama dengan personal TNI,” jelas Anton
Ia juga menegaskan bahwa siswa/i berasal dari latar belakang yang beragam, “Kelasnya bervariasi karena siswa-siswa ini berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang putus sekolah, ada yang berbagai jenjang kelas,” ujarnya
Setelah MPLS 2 pekan, Akan ada masa persiapan selama 3 bulan untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi dasar, sebelum ditentukan jenjang pelajaran selanjutnya.
Untuk mendukung proses belajar, SR menyiapkan 14 guru termasuk guru agama, 4 wali asrama, dan 8 wali asuh yang mendampingi siswa sepanjang 24 jam di asrama. Kegiatan keasramaan mencakup pembinaan karakter, keagamaan, olahraga, hingga pengembangan bakat di luar jam pelajaran.
Salah satu wali murid, Ari Wahyudi asal Teluk Betung, mengaku bersyukur dengan adanya sekolah ini. “Anak saya umur 12 tahun, kemauan sendiri mau sekolah lagi setelah sempat putus sekolah. Fasilitasnya mendukung, kamar bersih, ada dapur, tempat bermain juga bagus,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Mardiana, wali murid asal Sukarame yang dua anaknya masuk SR. “Alhamdulillah, ini kemauan anak-anak sendiri tanpa paksaan. Semoga anak-anak lebih pintar, dan pendidikan mereka lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu siswi SMP, Oktaria, mengaku termotivasi kembali bersekolah. “Iya kemauan sendiri, dulu sempat putus sekolah. Sekarang milih lanjut di sekolah rakyat aja,” katanya.








