LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung Mukri bungkam dan tak berkomentar terkait dugaan indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam penerimaan dosen bukan PNS di lingkungan kampus UIN Raden Intan.
Saat dikonfirmasi Mukri yang juga ketua PWNU Lampung tersebut malah memblokir nomor ponsel wartawan.
Setali tiga uang Wakil Rektor Bidang I UIN Raden Intan Dr. Alamsyah, M.Ag yang hendak dikonfirmasi terkait dugaan KKN dalam penerimaan dosen bukan PNS di UIN juga tidak merespon.
Diketahui dalam penerimaan dosen bukan PNS di UIN Raden Intan tahun 2021 banyak nama-nama anak pejabat teras UIN Raden Intan yang lolos.
Lolosnya nama-nama anak pejabat teras UIN Raden Intan tersebut diduga kuat karena campur tangan para pejabat di UIN Raden Intan Lampung itu sendiri.
Berikut nama-nama dosen bukan PNS yang lolos dan diduga merupakan anak -anak pejabat teras UIN Raden Intan Lampung.
Nama Nina Ayu Puspita Sari diduga merupakan anak dari Prof. M. Nasor guru besar UIN Raden Intan dan Ketua LP2M
Nama Abdul Latief Arung Arafah yang diduga merupakan anak Prof. DR. Hj. Siti Patimah, M.Pd., Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.
Kemudian Nur Sofia diduga merupakan anak dari Wakil Rektor Bidang I. Dr. Alamsyah, M.Ag.,
Menyikapi ini Tony Bakrie Ketua LSM Gerakan Masyarakat Pemantau Pembangunan Lampung (Gamapela) meminta Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas segera merspon dan menurunkan tim untuk mengusut dugaan KKN dalam penerimaan dosen bukan PNS di UIN Raden Intan Lampung.
“Kita minta kemenag RI segera turun merespon mengusut dugaan KKN dalam penerimaan dosen bukan PNS di UIN Raden Intang sekaligus mengevaluasi jabatan Rektor UIN Raden Intan Prof Mukri yang patut diduga ikut menyuburkan praktik KKN di kampus UIN Raden Intan Lampung,” kata Tony Bakrie, Sabtu 20 November 2021.
Sementara Kepala Sub Bagian Humas dan Informasi UIN Raden Intan Hayatul Islam mengatakan proses rekruitmen dosen bukan PNS di lingkungan UIN Raden Intan sudah dilakukan secara transparan dan pengujian oleh tim penguji.
“Proses rekruitmen tidak ada yang ditutup-tutupi, semua proses dilakukan transparan. Jikapun ada nama-nama itu yang lolos ada hubungan dengan pihak kampus UIN Raden Intan kebetulan dan mungkin hasilnya tesnya mereka bagus. Dan kita memang mencari orang-orang yang berkualiltas,” kata Hayat kepada awak media Kamis 18 November 2021.
Dia menjelaskan UIN Raden Intan terus berbenah, menuju ke arah yang lebih baik. “Yang jelas UIN Raden Intan terus berbenah menuju ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.









