LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG -Akibat terjadinya kasus pembunuhan salah satu anggota TNI di hiburan malam Kafe Tokyo Space, Kecamatan Enggal. Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Ino Harianto lantas melayangkan surat penutupan kafe yang ditujukan kepada walikota setempat.
Surat bernomor B/615/V/OPS 2/2022 perihal penutupan dan pencabutan izin usaha, Kafe Tokyo Space di Jalan KS Tubun, Rawalaut, Enggal, Bandar Lampung dilayangkan ke Wali Kota Bandar Lampung.
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Ino Harianto mengatakan, tempat hiburan malam Tokyo Space dilatarbelakangi adanya permasalahan pelanggaran jam operasional dimana seharusnya instruksi walikota nomor 12 tahun 2022 tentang PPKM Level 1 dimulai pukul 07.00-22.00.
“Memang betul kami mengirimkan surat kepada walikota tekait permohonan kami untuk penutupan tempat hiburan malam Tokyo Space,” kata Ino di lantai 2 Gedung Polresta Bandar Lampung, Selasa (17/5).
Lanjutnya, kemudian yang kedua ada peristiwa pidana pada pelanggaran jam operasional tersebut, pada Minggu (15/5), pukul 01.30 dinihari, yang menyebabkan hilangnga nyawa seorang oknum anggota TNI.
“Berdasarkan ini, kami kumpulkan bukti-bukti dengan olah TKP, periksa saksi dan lain sebagainya. Kami mengambil kesimpulan dari pelanggaran tempat hiburan ini terjadinya suatu peristiwa sehingga kami menyampaikan kepada walikota untuk melakukan penutupan sampai nanti ada kebijakan walikota.
Untuk saat ini masih tutup karena kami masih dalam proses penyelidikan,” ucapnya.
Ia menambahkan, terkait hal itu untuk semua hiburan malam di Bandar Lampung diperlakukan sama, tidak ada perbedaan. Karena aturan itu untuk menyeluruh bukan untuk satu atau dua tempat hiburan saja.
“Apabila ditemukan hal yang sama, kita akan lakukan koordinasi, kita juga punya tim satgas yustisi covid-19 yang setiap malam beroperasi mengecek tempat hiburan malam jam 10 semua harus di tutup, jadi apabila ada yang melanggar aturan ya eksekusinya tim satgas ini akan membuat rekomendasi untuk ditutup,” tandasnya.
Ino menegaskan, untuk tempat hiburan malam khususnya di Bandar Lampung semuanya harus menaati kebijakan yang sudah diedarkan dalam instruksi walikota.
“Nanti kita lihat bagaimana penyelidikan kita terkait tempatnya begitupun peristiwanya,” pungkasnya.









