TrustKerja.com Pertemukan Keahlian Masyarakat dengan Kebutuhan Jasa Secara Digital

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDARLAMPUNG-Memiliki keterampilan belum tentu membuat seseorang mudah mendapatkan pekerjaan. Persoalan akses kepada pelanggan masih menjadi tantangan bagi banyak pekerja informal, mulai dari tukang bangunan, mekanik, teknisi, guru les, hingga cleaning service.

Melihat kondisi tersebut, TrustKerja.com, platform marketplace jasa lokal berbasis on-demand yang dikembangkan dari Provinsi Lampung, mencoba mempertemukan keahlian masyarakat dengan kebutuhan jasa secara digital.

Salah satu pemilik TrustKerja, M. Sobirin, mengatakan platform tersebut lahir dari persoalan sederhana yang banyak ditemui di tengah masyarakat, yakni banyaknya orang yang memiliki kemampuan dan pengalaman kerja tetapi kesulitan menemukan pelanggan.

Menurutnya, perkembangan teknologi semestinya tidak hanya digunakan untuk mempercepat transaksi, tetapi juga membuka akses ekonomi bagi masyarakat yang selama ini belum memiliki ruang cukup untuk menawarkan keahliannya.

“Kami ingin sebanyak mungkin tenaga kerja informal yang memiliki skill mempunyai kesempatan untuk mengubah keahliannya menjadi penghasilan. Tidak semua orang harus bekerja di sektor formal untuk bisa produktif,” jelas Sobirin, di Bandar Lampung, Kamis (3/9/2026) .

Ia mengatakan, TrustKerja membuka peluang bagi berbagai profesi untuk menawarkan jasanya, seperti tukang bangunan, tukang rumput, tukang las, mekanik, teknisi listrik dan elektronik, tukang pijat, tukang cukur, guru les, guru ngaji, hingga tenaga cleaning service.

Melalui platform tersebut, masyarakat yang membutuhkan jasa dapat membuat job dengan mencantumkan jenis pekerjaan, lokasi, serta informasi lain yang dibutuhkan.

Sementara pekerja dapat masuk melalui Mode Pekerja untuk melihat pekerjaan yang tersedia di sekitar mereka. Pekerja kemudian dapat memilih pekerjaan sesuai kemampuan dan bidang keahlian yang dimiliki.

Setelah memilih pekerjaan, pekerja dan konsumen dapat berkomunikasi secara langsung untuk membahas kebutuhan pekerjaan sebelum pekerjaan dilaksanakan. Informasi mengenai bayaran yang ditawarkan juga tersedia dalam sistem sehingga kedua pihak memiliki gambaran sejak awal.

Sobirin menilai pola tersebut sejalan dengan perkembangan gig economy, ketika seseorang dapat memperoleh penghasilan dari pekerjaan berbasis proyek, keahlian, waktu, maupun kebutuhan pasar.

“Konsepnya bukan sekadar mencari pekerjaan, tetapi menciptakan ruang agar keterampilan yang sudah dimiliki masyarakat dapat memiliki akses lebih besar kepada pasar,” katanya.

Menurut dia, kehadiran marketplace jasa lokal juga berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah.

Semakin banyak pekerja informal yang memperoleh akses kepada pelanggan, semakin terbuka pula kesempatan untuk mempertemukan masyarakat yang memiliki keterampilan dengan kebutuhan jasa yang tersedia.

“Harapannya sederhana, semakin banyak orang yang punya skill bisa mendapatkan kesempatan bertemu dengan pelanggan. Begitu juga masyarakat yang membutuhkan bantuan tidak perlu bingung mencari orang yang sesuai,” ujarnya.

TrustKerja, lanjut Sobirin, juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah, baik pemerintah kabupaten/kota maupun Pemerintah Provinsi Lampung.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 tentang pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja serta poin 9 mengenai industri, inovasi dan infrastruktur.

“Kami siap menjadikan Lampung sebagai provinsi pertama di Indonesia yang memiliki ekosistem marketplace jasa lokal terintegrasi, membuka peluang kerja luas yang cepat, aman, dan terpercaya,” tegasnya.

Sobirin yang juga berprofesi sebagai konsultan cyber security Kominfo pada salah satu pemerintah daerah di Lampung tersebut mengatakan, pengembangan TrustKerja akan tetap menempatkan masyarakat lokal sebagai bagian penting dari pertumbuhan platform.

Ia berharap teknologi dapat menjadi penghubung antara orang yang memiliki keahlian dengan masyarakat yang membutuhkan jasa.

“Kami ingin membangun ekosistem yang saling menguntungkan, tumbuh dari masyarakat lokal dan nantinya bisa berkembang lebih luas,” pungkasnya.

Dengan konsep tersebut, TrustKerja.com tidak hanya menawarkan ruang untuk mencari pekerjaan, tetapi juga mencoba menjadikan keterampilan masyarakat sebagai aset ekonomi yang dapat dipertemukan langsung dengan kebutuhan pasar melalui teknologi digital.

Penulis: EliEditor: Roni
  • Bagikan