LAMPUNGONE.CO, METRO- Guna melayani dan membantu para pasien sembuh dari covid-19, para dokter di Rumah Sakit Umum Ahmad Yani (RSUAY) Kota Metro tak sembarang bisa libur dan tak lalai menjaga kesehatan.
Ketua Penyakit Infeksi Emergiyng (PIE), dr. Andreas Infianto, Sp.P(K), FISR,
bersyukur hingga saat ini ia belum pernah terpapar covid-19 lantaran selalu menjaga protokol dan asupan suplemen cukup, sehingga dapat siap sedia melayani masyarakat yang sedang sakit.
“Resep agar tak terpapar ialah asupan suplemen cukup karena hingga kini para tenaga kesehatan tak pernah kurang suplemen dan alat pelindung diri (APD) dari pihak rumah sakit dan pemkot,” ujarnya didampingi Kepala Bagian Humas RSU Ahmad Yani, Ns. Oktarina Handayani, S.Kep, Rabu (30/3).
Andreas menuturkan selama menangani para pasien covid-19 di RSU Ahmad Yani tak pernah habis stok obat. Uniknya, demi melayani masyarakat Ketua PIE itu tak pernah hari libur, terkecuali izin karena orangtua sakit dan saat hari raya.
“Saya selama menangani pasien covid-19 tak pernah habis obat, begitu juga saran penunjang. Saya melayani pasien di tiga rumah sakit di Lampung ini, termasuk Rumah Sakit Umum Ahmad Yani ini.
Selama pandemi ini, ia tak pernah libur dan hanya izin jika orang tua sakit ataupun hanya hari raya. Ia dan para tenaga kesehatan tetap koordinasi, misal selagi itu ada pasien ingin melahirkan, pihaknya panggil dokter sesuai bidangnya.
“Saya selaku ketua PIE setiap malam standby menerima laporan, soal keadaan pasien dari masing-masing dokter. Karena saya kerja tim, dalam hal ini juga kami harus ada prosedurnya, tetap ada koordinasi,” ungkap ia, dokter spesialis lulusan Universitas Brawijaya itu.
Soal tenaga kesehatan yang telah gugur pada pandemi Covid-19 ini, Andreas mengaku merasa sangat sedih. Terlebih lagi, para dokter diharapkan tak lalai pada kesehatan sendiri. Ini agar tetap prima melayani para pasien.
“Semua tenaga kesehatan di sini telah gugur. Itu kebetulan saya menangani dan rasanya sedih sekali. Yang jadi perhatian sekarang ialah bukan menyalahkan para dokter sejawat, melainkan terkadang mereka berstatus sebagai dokter. Jadi, begitu terpapar covid-19, ya, menggampangkan dan ngobatin sendiri,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, para tenaga kesehatan yang gugur itu ialah mereka yang memiliki komorbit. Komorbit ialah penyakit penyerta yang memberatkan penyakit dasarnya. Seperti, terpapar covid-19, lalu misalnya ia punya juga penyakit kencing manis, jantung, TBC, dan lain-lain.
“Berbeda jika ada pasien hanya covid dengan pasien yang terpapar covid tapi ada penyakit penyerta,” kata Andreas.
Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Metro, tenaga kesehatan, dan masyarakat karena bersama-sama melawan Covid-19.









