LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG- DPRD Bandar Lampung menggelar rapat paripurna istimewa
penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota APBD Tahun 2020 dan penyampaian umum fraksi-fraksi terhadap raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2020, Jumat (02/7).
Berdasarkan peraturan menteri dalam Negeri nomor 64 tahun 2013 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan yang disingkat SAP merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah maka dengan itu pemerintah kota Bandar Lampung telah menyusun laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD kota Bandar Lampung tahun anggaran 2020.
Dalam rapat tersebut, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan bahwa, dari tahun 2020 awal bulan Maret kota Bandar Lampung merupakan salah satu pemerintah daerah yang terdampak langsung dari wabah Covid-19 yang di mana sejak pemerintah menetapkan masa darurat kesehatan masyarakat yang terdampak Covid-19.
“Perekonomian kota Bandar Lampung langsung mengalami kontraksi yang luar biasa yang seharusnya pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang diharapkan pada kisaran 6,5% sampai 6,8% dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung pada tahun 2020 mengalami kontraksi atau minus 3,57% dibandingkan triwulan kedua pada tahun 2019,” kata Wali Kota.
Disisi lain sumber pendanaan pembangunan kota Bandar Lampung berasal dari pendapatan hasil daerah yang dimana turun sebesar 65% bila dibandingkan dengan saat kondisi normal di periode yang sama, hal ini disebabkan oleh hampir aktivitas usaha di wilayah kota Bandar Lampung lumpuh.
“Prioritas penggunaan dana pemerintah kota Bandar Lampung saat ini adalah mengatasi krisis kesehatan sosial dan keuangan yang disebabkan oleh Pandemi Covid-19 yang sebagaimana instruksi Menteri dalam Negeri dan Menteri Keuangan dalam surat keputusan bersama Nomor 119/2813/SJ dan Nomor 177/KMK 07/2020 yang juga mengakibatkan dikuranginya penyaluran dana alokasi sejak bulan April 2020,” ujar Eva Dwiana
Kemudian, untuk kelompok pertama yaitu yang dimana kelompok pendapatan hasli daerah terdiri dari pendapatan pajak daerah, pendapatan distribusi daerah, pendapatan hasli pengelolaan kekayaan daerah yang sahkan dan lain-lain.
Untuk pendapatan daerah yang Sah di anggarkan yaitu 1,29triliun lebih, yang trealisasi sebesar 537,54 Miliyar lebih atau tercapai hanya 41,54% target yang ditetapkan.
“Dewan mudah-mudahan bisa memperhatikan segala sesuatunya agar bisa bekerjasama dengan baik,” kata Eva di tengah penjelasannya.
Lanjutnya, untuk kelompok kedua yang dimana pendapatan transfernya terdiri dari transfer Pemerintah Pusat yang datang perimbangan, transfer Perencanaan Pusat lainnya dan transfer dari provinsi, yang dianggarkan sebesar 1,62 triliun lebih yang terealisasi sebesar 1,49 triliun lebih atau sebesar 91,74%.
Dan kelompok tiga, pendapatan yang sah yang dianggarkan sebesar 123,15Miliyar yang terealisasi sebesar 114,41miliyar lebih atau sebesar 94,90%.
Selain itu, anggaran belanja dan realisasinya yang berdasarkan peraturan daerah kota Bandar Lampung nomor 03 tahun 2020 tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja kota Bandar Lampung Tahun 2020 yaitu Anggaran belanja dan transport kota bandar Lampung yang ditetapkan sebesar 3,151 lebih dari anggaran tersebut hingga Desember 2020 dan yang telah trealisasi yaitu 67,50% atau 2,12triliun dengan rincian sebagai berikut.
Pertama bagian operasi yang dioleskan sebesar 2,36triliuin trealisasi sebesar 1,83triliun lebih atau trealisasi sebesar 77,60%.
ke dua bagian bagian yang mudah dialokasikan sebesar 752,13miliyar lebih trealisasi 263,72miliyar lebih atau 35,6%.
Dan Bagian yang tak terduga yang dianggarkansebesar 32miliyar dan trealisasi 26.4miliyar lebih atau 82,6%
Kemudian untuk Anggaran biaya dan trealisasi nya pedoman peraturan daerah kota Bandar Lampung nomor 03 th 2020 tentang perubahan pendapatan dan belanja daerah tahun anggara 2020, anggaran penerimaan biaya sebesar 164,27 Miliyar lebih, prestasi sebesar 14,26 Miliyar lebih atau kisaran 8,68%, sedangkan pengeluaran biaya dianggarkan sebesar 58 Miliyar terealisasi sebesar 20,75 Miliyar lebih atau terealisasi sebesar 30,79%
“Dari uraian pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah kota Bandar Lampung anggaran 2000 di atas tersebut maka diperoleh sisa biaya anggaran tahun 2000 sebesar 11,81 Miliyar lebih saudara pimpinan dan anggota dewan yang terhormat demikianlah penjelasan yang dapatkan Uraikan dalam Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban APBD tahun 2020,” tutupnya.









