LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG- Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, membuka pelatihan khusus untuk koperasi yang ada di Kota Bandar Lampung dengan total ada 30 peserta. Pelatihan tersebut diadakan di ruang rapat Hotel Arinas, Selasa (5/10).
Setelah kegiatan tersebut, Eva Dwiana mengatakan bahwa, koperasi yang ada di kota bandar Lampung harus lebih profesional.
“Apalagi kita sudah banyak cerita masalah tentang koperasi yang di pusat sana kan, jadi mudah-mudahan tidak terjadi di kota bandar Lampung dan paham dengan pondasi yang sudah kita berikan. selama 2 hari,” ujar Eva.
Lanjutnya, apalagi koperasi-koperasi di pemerintah itu sudah guyub, dan juga pemerintah sudah punya koperasi besar yaitu koperasi pegawai.
“Pemerintah juga punya koperasi besar yaitu koperasi pegawai, itu juga sudah luarbiasa. Nah kalau bisa, nanti koperasi yang biasanya membantu pegawai, mudah-mudahan bisa membantu masyarakat,” kata Eva.
Selain itu, Mutiah Aliun Sekertaris Dinas Koperasi dan UMKM bandar Lampung mengatakan bahwa diadakannya pelatihan tersebut dengan tujuan meningkatkan kemampuan dan pemahaman tentang perubahan anggaran dasar dan perizinan koperasi, mengoptimalkan peran pengurus koperasi dalam meningkatkan dan mengembangkan koperasi di Bandar Lampung, serta dapat memberikan masukan dan rekomendasi, guna peningkatan kapasitas perkoperasian menuju kemandirian yang kuat melalui kebersamaan dalam pencapaian kesejahteraan anggota koperasi.
“Intinya, koperasi yang tidak aktif akan menjadi aktif kembali. mereka yang tidak aktif dikarenakan pengetahuannya kurang, jadi koperasi itu bisa aktif kembali dari yang tadinya cukup sehat, menjadi sehat,” Kkata Mutiah Aliun.
Lanjutnya, pihaknya tetap akan membina dan melakukan penyuluhan. sebelum adanya koperasi, kita tetap mengadakan penyuluhan dahulu, terus kita giring sampai pembuatan akta notarisnya.
Kemudian, ia menjelaskan bahwa, sejauh ini sudah ada 289 koperasi yang sudah di bina, dari 289 tersebut kurang lebih sekitar 20 koperasi tidak aktif.
“Yang tidak aktif tersebut karena memang pengurusnya tidak diketahui. Misalnya, dia pindah atau pengurusnya sudah Tuti usia dan belum regenerasi. Jadi, tetap akan kita upayakan yang tidak aktif menjadi aktif lagi,” tandasnya.









