LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG- Warga mengeluhkan aktivitas penggerusan bukit di Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Pasalnya, selain merusak akses Jalan Teuku Cik Ditiro menuju objek wisata Kampung Vietnam, pengendara yang melintasi jalan itu kerap kecelakaan.
Heri, warga Sumber Agung, menuturkan, akibat kerap hilir mudik truk pengangkut material dari penambangan bukit, jalan menjadi rusak parah.
“Jalan ini rusak parah sampai ke arah jalan di atas dan jalan kawasan menuju wisata Kampung Vietnam. Truk muatan berat ini mungkin puluhan lewat lebih seratus kali mondar mandir setiap hari. Ini sangat menggangu warga dan debunya juga membuat polusi,” kata ia, Rabu (6/7).
Apalagi, kata ia saat musim penghujan, jalan jadi licin dan banyak batu-batu kecil berada di jalan dari bukit tersebut yang terbawa air hujan, sangat membahayakan bagi pengendara. “Saya berharap ini jadi perhatian pemerintah penambangan ini, karena bagi kami tidak ada untungnya,” ucapnya.
Saat dikonfirmasi Lurah Sumber Agung, Satria Dinata, mengatakan, sejak dirinya menjabat sebagai lurah di Sumber Agung dari tahun 2019, sudah ada aktifitas penggalian tersebut.
“Terkait izin kontruksi tambang itu saya belum melihat, ya, apakah itu tambangnya seperti apa gitukan. Dulu sempat kami tanyakan terkait izinnya, ternyata katanya ada-ada saja, tapi nggak pernah dibawa ke kelurahan untuk diperlihatkan ke kami,” kata Satria kepada Lampung One di kantor kelurahan setempat, Rabu (6/7).
Ia menambahkan, setahu dirinya perizinan penambangan bukit tersebut melalui dinas terkait yang ada di provinsi Lampung. “Ya maksud saya di cek dulu izin, walaupun milik pribadi tetap harus ijin sesuai prosedur,” ucapnya.
Terkait keluhan warga yang sering terjadi kecelakaan di area Jalan Teuku Cik Ditiro terutama dialami oleh pengendara ibu-ibu, pihak kelurahan berharap pihak penambang dapat memperbaiki jalan tersebut.
“Kalaupun itu memang masuk jalan pribadi ya tolonglah karena itu sering dilewati, maksudnya untuk menjaga hal- hal yang tidak diinginkan, ya maksudnya untuk tidak terjadi kecelakaan, ya tolonglah diperbaiki gitu sama-sama ada take and gifnya kepada masyarakat,” tandasnya.
Terpisah, Novito Hasan, Ketua RT 16, Kelurahan Beringin Jaya, juga turut mengomentari jalan rusak parah lantaran hilir mudik truk bermuatan berat pengangkut hasil penambangan bukit.
“Salah satunya kalau kondisi hujan itukan batu-batu memenuhi jalan, ada beberapa warga mungkin, ya bukan warga kita aja . warga dari misal contohnya Kedaung ataupun Sumber Agung, yang ada beberapa pernah jatuh di jalan tersebut,” tandasnya.
Ia menerangkan, terkait hal ini pihaknya juga sudah bekali kali melaporkan perihal ini ke pihak kelurahan, dan lurah juga sudah menyampaikan ke pihak penambang, namun sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak pengembang.









