LAMPUNGONE.CO, BANDARLAMPUNG– Hengkangnya, salah seorang pendiri Partai Demokrat (PD) Lampung, Yandri Nasir membuat banyak kader yang merasa kehilangan, seperti halnya Ketua Bakomstra AMPD Lampung, Didit Rochatta.
Menurut Didit, burung rajawali-rajawali Demokrat Lampung milik Partai yang berlogo Bintang Mercy itu, satu-persatu terbang meninggalkan Rumah Politiknya, fenomena ini banyak membuat para kader-kader lama, pendukung dan pejuang Partai Demokrat yang sejak awal berdiri Partai Demokrat Lampung, yang telah 20 tahun lebih sejak tahun 2002 ikut berjuang bersama-sama untuk kebesaran Partai Demokrat dan juga dibesarkan oleh Partai Demokrat menjadi sedih dan prihatin dengan Partai Demokrat Lampung saat ini.
“Seperti saat ini, salah satu kader terbaik PD, Bung Yandri Nasir, yang juga merupakan Ketua AMPD Provinsi Lampung, Organisasi Sayap Partai Demokrat di Lampung, yang sudah sejak dari nol berjuang membesarkan Partai Demokrat dan juga dibesarkan Partai Demokrat sejak awal tahun 2002 hingga awal tahun 2023 ini,” ujar Didit saat diwawancarai Lampungone.co, Minggu (8/1).
Dirinya juga menjelaskan, Yandri Nasir telah 3 periode mewakili Partai Demokrat di DPRD Provinsi Lampung, dari dapil Lampung Timur dan pasti banyak konstituennya di sana kehilangan Yandri di Partai Demokrat dapil Lampung Timur, dan ini tentu akan berdampak juga kelak dengan perolehan suara dari dapil Lampung Timur.
“Kami semua kader-kader lama Partai Demokrat, baik yang mungkin masih aktif di kepengurusan Partai maupun yang tidak, sangat sedih dengan fenomena hengkang beberapa kader terbaiknya ke rumah politik tujuan barunya,” jelas Didit.
Sebuah kehilangan yang sangat besar bagi Partai Demokrat Lampung.
Akhirnya sampai juga pada momentum ini, Ketua AMPD Lampung Bung Yandri Nasir, Semoga sukses di rumah yang baru, bangga pernah berjuang dan berada dalam gerbong yang sama dengan Bung Yandri Nasir, semoga silaturahmi ini selalu terjalin.
“Selamat berjuang kader-kader terbaik PD di rumah-rumah barunya, semoga apa yg menjadi harapan dan cita-cita untuk negri ini tercapai dan semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, Jika suatu saat nanti ingin kembali, Jangan lupa jalan pulang, pesan dari kader-kader lama Partai Demokrat Lampung,” pungkasnya.
Diketahui, Yandri Nasir, buka-bukaan soal hijrahnya ke Partai Gerindra. Mantan anggota DPRD Lampung ini memutuskan hengkang bulan lalu karena melihat tak sehat lagi di rumah politiknya yang lama.
“Dalam partai pasti ada dinamika, saya sudah melewati banyak ketum DPP PD dan ketua DPD PD Lampung sejak tahun 2002, dari nol, sejak sebelum SBY jadi presiden, partai belum dilirik banyak orang,” katanya, dikutip dari Poskota Lampung, Minggu (8/1/2022).
Dari kepemimpinan Atte Sugandi, Thomas Riska, Piter Cik Dien, Zulkifli Anwar, Edy Sutrisno, M Ridho Ficardo, baru ketua yang baru ini dengan dukungan DPP kebijakannya ada yang tak sesuai ADART, keputusan kongres, atau ketua partai. “Jika sudah dikelola seperti itu, partai sudah tak sehat,” ujarnya.
Yandri sudah berusaha menegakkan keputusan partai bahwa dirinya yang berhak memimpin DPC PD Lampung Timur. Namun, keputusan DPP PD bahwa pelaksana tugas tak boleh diganti sampai musda, dianulir ketua DPD PD Lampung yang baru terpilih, belum dilantik, dengan mengangkat plt ketua baru.
Terbukti, apa yang diperjuangkannya dibenarkan oleh Keputusan Mahkamah Partai DPP PD. Namun, kembali, hanya selisih sehari, tanpa koordinasi yang baik dengan dirinya yang baru diakui kembali sebagai plt ketua DPC PD Lampung Timur kembali DPD PD Lampung muscab dan memilih ketua yang diinginkan ketua DPD PD Lampung.
Dinilainya cara-cara berorganisasi tak sehat lagi, demi tetap menyalurkan aspirasi konstituen yang sudah dirawat 20 tahun lebih, Yandri meradar partai yang bisa mengakomodir basis massanya di Dapil II dan pilihannya ke Partai Gerindra yang kini dipimpin Rahmat Mirzani Djausal.
Dia melihat kepemimpinan anak muda itu jauh lebih sehat. Rahmat Mirzani Djausal mampu mengokestra partainya sehingga semua elemen partai dan para kader sepenuh hati giat berbuat bagi masyarakat.
Terkait jelang Pemilu 2024, Yandri belum menentukan sikap. Dia masih harus meminta pertimbangan banyak pihak, terutama elite Partai Gerindra. Dia berusaha patuh dengan keputusan partai yang berjalan sesuai ADART dan keputusan-keputusan partai.
“Jika berdasarkan konstituen, dirinya jika mencalonkan diri sebagai wakil rakyat semala tiga periode DPRD Lampung mewakili daerah pemilihan Lampung Timur. Jika ke DPR RI, kemungkinan wakil Dapil 2 Lampung,” tutupnya.









