LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung menjelaskan adanya angin kencang yang dirasakan di wilayah Lampung akibat Monsun Asia, Rabu (28/01/2026).
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, mengatakan Monsun Asia (angin barat) merupakan massa udara basah dari Asia menuju Australia.
“Selain itu, terdapat pengaruh tidak langsung dari aktifnya pola pertemuan dan belokan angin di sekitar Sumatra bagian selatan,” ujar Rudi.
Ia menmabahkan, kombinasi ini meningkatkan gradien tekanan udara sehingga kecepatan angin di wilayah Lampung menjadi lebih kencang dari normal.
Berdasarkan pemantauan BMKG, kecepatan angin di wilayah Lampung umumnya berkisar antara 18 hingga 55 km/jam.
“Untuk wilayah pesisir dan perairan seperti Perairan Barat Lampung, Teluk Lampung bagian selatan, dan Selat Sunda bagian selatan. Sementara di daratan, hembusan angin dapat terasa lebih kencang saat terjadi hujan lebat akibat pengaruh downdraft dari awan hujan,” tambahnya.
Rudi juga menegaskan bahwa potensi cuaca ekstrim masih berpeluang hingga akhir februari 2026. “Karena kita prediksi puncak musim penghujan sampai bulan februari,” tegasnya.
Ia menghimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi pohon tumbang, atap ringan, dan baliho aibat angin kencang serta untuk selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi dari BMKG.
“Berhati-hati saat berkendara, terutama saat hujan lebat disertai angin, nelayan dan pengguna transportasi laut agar memperhatikan peringatan dini cuaca maritim karena angin kencang dapat meningkatkan tinggi gelombang,” tuturnya.








