Bocah 4 Tahun Tewas Tenggelam, Wali Kota Eva Dwiana Kecam Keras Kelalaian Pihak Swiss-Belhotel

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDARLAMPUNG- Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengecam keras kelalaian pihak Swiss-Belhotel setelah seorang bocah empat tahun tewas tenggelam di kolam renang hotel tersebut pada Jumat (1/5/2026).

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana menyatakan rasa kecewanya terhadap standar pengamanan yang seharusnya diterapkan dengan ketat oleh hotel-hotel besar, terutama terkait insiden yang menimpa korban anak-anak tersebut.

“Seharusnya, hotel-hotel besar seperti Swissbel memiliki sistem pengamanan yang sangat ketat, termasuk pengawasan di area kolam renang. Kejadian ini sangat disayangkan, dan kami sangat kecewa dengan kelalaian yang terjadi,” ujar Eva Dwiana

Menurut nya, di banyak hotel besar, petugas keamanan seharusnya senantiasa siaga, baik itu melalui keberadaan bodyguard ataupun pengawasan langsung di area-area yang berpotensi rawan, seperti kolam renang.

Namun, dalam insiden ini, peran petugas keamanan dinilai tidak berfungsi maksimal, sehingga kecelakaan tragis tersebut bisa terjadi.

“Kami paham, hotel-hotel besar memiliki fasilitas yang sangat banyak. Namun, keselamatan tamu harus tetap menjadi prioritas. Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi manajemen hotel untuk segera mengevaluasi sistem pengawasan mereka,” ujarnya.

Eva juga menegaskan pentingnya langkah nyata dari pihak berwenang agar kejadian serupa tidak terulang.

Ia menyoroti bahwa insiden yang sama sebelumnya pernah terjadi, dan ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam pengawasan dan penanganan di tempat-tempat umum.

“Kami berharap ada tindakan tegas dari pihak hotel dan pemerintah, serta evaluasi menyeluruh terhadap standar pengamanan di tempat-tempat wisata dan akomodasi. Keamanan harus menjadi prioritas utama,” tukasnya.

Sebuah insiden memilukan terjadi. SP, seorang balita perempuan yang baru berusia empat tahun, meregang nyawa setelah ditemukan tenggelam di kolam renang dewasa, Swiss-Belhotel, Jumat (1/5/2026).

Kedalaman 120 sentimeter mungkin terdengar dangkal bagi orang dewasa, namun bagi SP, angka itu menjadi batas antara hidup dan mati.

Bocah kecil itu ditemukan tak sadarkan diri di dasar kolam yang seharusnya bukan diperuntukkan bagi usianya.

Penulis: EliEditor: Roni
  • Bagikan