Hari ke-3 PTM, Eva Dwiana Tinjau 5 Sekolahan

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG- Hari ke-3 Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah Dasar (SD) Dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana peninjauan di Lima Sekolah yakni SMPN 31 Sukabumi, SMP Al Azhar, SMPN 18 Teluk Betung Utara, SMP Xaverius, Dan SD 1 Palapa, Rabu (15/09).

Pada peninjauannya tersebut Eva Dwiana mengatakan bahwa harus bekerjasama dengan baik dan pada Pembelajaraan Tatap Muka (PTM) yang secara terbatas dilaksanakan selama sebulan ini apabila sudah turun level 1 atau menjadi zona Hijau maka kelas lainnya juga akan ikut Pembelajaraan Tatap Muka (PTM).

“Misalnya kita turun level menjadi level 1 maka Insyallah kita merambah ke adik-adik kelasnya secara bertahap, mungkin nanti untuk kelas 6 dan 5 akan masuk pagi dan untuk kelas 4,3,2,1 itu masuknya siang, dalam pembelajaran ini harus tetap memakai protokol kesehatan karena virus ini tidak terlihat dan juga sekarang ini sudah banyak varian virus yang datang jadi harus bekerjasama dengan baik agar bisa menjadi yang terbaik,” ujar Eva.

Lanjutnya, ia juga mengatakan bahwa anak-anak jangan dipaksakan belajar karena mereka selama hampir 2 tahun ini zoom (daring),

“Bunda minta tolong kerjasamanya dari guru-guru, kepala sekolah, ketua yayasan berikan yang terbaik untuk anak-anak kita. Jangan terlalu tinggi-tinggi pelajarannya, sesuai dengan aturannya. Insya allah kita segera masuk zona aman,” katanya.

Beliaupun tidak hentinya menghimbau untuk tidak terlena dengan PPKM level 3 dikarenakan apabila sudah terlena maka akan melonjak menjadi level tinggi kembali.

“Jangan terlena iya karena nanti kita bisa lupa dan masuk level tinggi lagi jadi jangan sampai terjadi, kita harus waspada dengan memakai protokol kesehatan, karena Covid-19 ini tidak ada obatnya, kita harus waspada dengan keadaan sekarang, insya allah aman,” imbau Eva.

Selain itu, Guru SMP AL-Azhar Ganda Iran mengatakan bahwa dalam pertemuan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ini sudah direncanakan 3 minggu yang lalu dikarenakan seorang guru membutuhkan pembelajaran tatap muka secara langsung.

“Kita sebagai guru membutuhkan pembelajaran tatap muka, karena kalau daring (online) kami tidak bisa memahami karakteristik anak, karena masing-masing karakternya, kemampuannya, kognitifnya berbeda-beda, dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) itulah kami memahami karakteristik anak, kan tugas kami sebagai guru memiliki tugas untuk mengasah kemampuan psikomotorik, afektif yang sangat baik,” jelas Ganda Iran.

Kemudian, Salah satu murid SMP AL-Azhar Zigo Arigo Ican mengatakan senang dengan diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Ini dikarenakan bisa bertemu dengan teman-teman secara langsung tidak melalui Online.

“Senang tatap muka, karena bisa ketemu teman-teman, banyak teman, dan juga untuk belajar itu enakan secara langsung,” ungkapnya.

  • Bagikan