LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG – Forum Warga Nahdhatul Ulama (FWNU), Para pemuda dan warga Nahdhatul Ulama Lampung mengingatkan semua pihak yang bukan Warga NU dan Bukan pengurus NU, untuk tidak ikut campur dalam pelaksaan Muktamar NU ke-34 yang akan di helat pada 23-25 Desembar mendatang di propinsi Lampung.
Seperti yang telah beredar sebelumnya ada pihak luar yang sengaja melakukan Intervensi untuk memenangkan salah satu calon ketua Umum PBNU.
Dalam hal ini ada dugaan keterlibatan oknum Pemerintah yang terendus lewat aksi seseorang yang mengatasnamakan dari kementrian agama dengan serempak melakukan fully booking hotel baik yang di Bandar Lampung maupun yang di Lampung tengah.
“Tentu upaya itu adalah salah satu cara untuk mengakali pemilik suara yang tidak punya hunian kamar hotel supaya mau bergabung dengan kelompok yang punya booking kamar Hotel, dan memenangkan salah satu calon Ketua Umum PBNU tertentu,” kata Usman Mursyid pengasuh Ponpes Almursyid Lampung, Jum’at (12/11).
Menurut Usman Mursyid, jikalau usaha itu dilakukan oleh oknum pejabat Negara(seperti yang beredar di media ,Kanwil Kamenag Lampung ikut membooking Hotel Astoria) maka dia harus menjelaskannya kepada publik apakah inisiatifnya pribadi atau perintah Mentri Agama.
Walaupun sebelumnya ia beralasan memesan Hotel Astoria itu untuk kegiatan evaluasi anggaran pada Kanwil Kamenag Lampung, yang kemudian terus di klarifikasi bahwa itu baru planning.
“Apabila sikap dan perbuatan itu ternyata untuk kepentingan muktamar NU ke 34, untuk kepentingan Calon yang ia Dukung ini merupakan bentuk tindakan yang tidak bermoral,” ujar Usman Mursyid.
Lebih lanjut Usman mengingatkan, bila pejabat Negara ingin mensukseskan acara muktamar NU ke 34 di Lampung ini cukup berkoordinasi degan Panitia atau PWNU Lampung, biarkan pengurus NU yang menyediayakan akomodasi termasuk kamar Hotel.
“Kalau ada pihak lain apalagi dia adalah pejabat Negara ikut secara langsung mengurusi akomodasi termasuk memborong Hotel itu adalah Intervensi terhadap urusan internal NU, dan itu tidak boleh di biarkan terjadi dalam kepengurusan PWNU Lampung,” tandasnya.









