Kondisi Kerukunan Antar Umat Beragama di Bandarlampung Sepanjang Tahun 2025 Stabil dan Aman

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDARLAMPUNG-Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandar Lampung menyampaikan bahwa kondisi kerukunan antarumat beragama di kota ini sepanjang tahun 2025 berjalan stabil dan aman. Ketua FKUB, Purna Irawan, mengatakan bahwa dinamika yang muncul di lapangan hanya bersifat teknis dan dapat diselesaikan tanpa memicu gesekan antarkelompok.

“Situasi kerukunan sepanjang 2025 kondusif. Ada beberapa dinamika, tapi semuanya bisa kita selesaikan dengan cepat,” ujar Purna, Selasa (3/2/2026).

Salah satu persoalan yang sempat mencuat terjadi di Labuhan Ratu. Purna menekankan bahwa isu tersebut bukan terkait pendirian rumah ibadah, melainkan aktivitas dari aula gereja yang dinilai mengganggu warga sekitar dan sudah berhasil ditangani.

“Di Labuhan Ratu itu bukan persoalan rumah ibadah, tapi kegiatan di aula yang keluar hingga mengganggu warga. Sudah kita selesaikan,” jelasnya.

FKUB juga mengawal proses penyelesaian pembangunan rumah ibadah di kawasan CitraLand. Menurut Purna, persoalan tersebut saat ini sedang berproses sesuai aturan yang berlaku.

“Terkait CitraLand, semuanya sudah masuk tahap penyelesaian,” katanya.

Purna menegaskan bahwa sepanjang 2025 tidak ada temuan tindakan intoleransi di Kota Bandar Lampung. Ia menilai, narasi intoleransi yang berkembang tidak didasarkan pada indikator yang kuat.

“Alhamdulillah, tidak ada intoleransi di Bandar Lampung selama 2025,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung, yang dinilai memberi perhatian serius terhadap upaya menjaga keharmonisan antarumat beragama.

“Kami berterima kasih kepada pimpinan kota atas perhatian dan komitmennya menjaga kerukunan,” ujarnya.

FKUB berharap dukungan pemerintah kota semakin kuat pada 2026, terutama dari Wali Kota Eva Dwiana, agar Bandar Lampung dapat terus mengembangkan citra sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi.

“Kita berharap dukungan penuh di 2026, terutama dari Bunda, supaya Bandar Lampung bisa kita dorong menjadi kota wisata toleransi,” tutupnya.

  • Bagikan