LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Presiden Prabowo dikomandoi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dinilai sangat dibutuhkan masyarakat pesisir. Program ini bertujuan membangun kampung nelayan yang dilengkapi sarana dan prasarana penunjang kegiatan perikanan tangkap. Selasa (11/11/2025).
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap, Makmur Hidayat, mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung menjadi salah satu provinsi yang mendapatkan empat titik lokasi pembangunan tahap pertama dari 65 titik di seluruh Indonesia.
“Ini memang sangat-sangat dibutuhkan, karena ini akan membangun sebuah kampung, yaitu namanya Kampung Nelayan. Dan targetnya kelautan di 2025 itu ada 100, dan tahap pertama itu 65, dari 65 titik itu Lampung dapat 4 titik, yaitu 2 di Kabupaten Lampung Selatan, Ketapang dan Bandar Agung, dan 2 di Lampung Timur, yaitu Margasari dan Sukorohayu,” tuturnya
Ia menjelaskan bahwa KNMP sudah berjalan dan akan rampung pada akhir Desember, KNMP sendiri menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat.
“Pertama itu mungkin ada tambat labuh, stasiun pengisi bahan bakar nelayan, karena ini sangat-sangat pokok selama ini kita membangun SPBN itu sangat-sangat susah, dan juga kadang-kadang cukup jauh untuk mendapatkan BBM. Juga akan dibangun selter-selter nelayan, pabrik es, hingga kulinernya. Jadi disini cukup lengkap,” tuturnya
Ia menambahkan, pada tahap kedua yang menargetkan 35 titik Nasional, 5 lokasi di Lampung sempat lolos administrasi awal, namun dua yang di pastikan akan di bangun, yakni Lampung Tengah Desa Cabang dan Tulang Bawang Desa Sungai Burung.
“Kemarin di tahap kedua yang 35, kita dari kabupaten itu yang lolos administrasi awal itu ada 5. Namun dari terakhir ada perkembangan terakhir dilakukan verifikasi ada 2 lokasi, yaitu di Lampung Tengah di Kampung Cabang, dan di Tulang Bawang di Sungai Burung,” ujarnya
Dalam hal ini, Pemerintah Daerah Lampung Tengah diminta untuk memperbaiki akses saluran air agar kapal bisa bersandar. Sementara itu di Desa Sungai Burung Tulang Bawang, pembangunan akan dilakukan pada 2026 karena Medan yang sulit dan perlu pembangunan dua jembatan panjang.
Meski demikian, pusat akan tetap membangun kawasan tersebut karena potensinya besar. “disitu banyak sekali produk-produk perikanan, rajungan ada, kerang juga ada, dan ikan Sehingga koordinator KNMP pusat itu sangat antusias dan berjanji akan membangun itu pada tahun 2026. Karena kalau dia dibangun pada tahun 2025, dipaksakan 2025, itu tidak akan selesai, kata koordinatornya itu, karena itu harus dibangun dua jembatan,” jelasnya
Makmur menegaskan, setiap pembangunan titik KNMP membutuhkan lahan setengah hektar yang disiapkan. Dengan lahan itu pemerintah pusat investasi sekitar Rp. 22 Miliar yang akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih. Ia juga menambahkan bahwa lahan yang digunakan harus clear dan clean agar tidak menimbulkan sengketa dikemudian hari.









