LAMPUNGONE, KALAIANDA– Wakil Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Pandu Kusuma Dewangsa, menghadiri peletakan Batu pertama pembangunan gedung Asrama Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Bahril Wahdah Darussalam di Dusun I Desa Margolestari, Kecamatan Jatiagung, Sabtu (27/3).
Pimpinan Yayasan Ponpes Bahril Wahdah Darussalam KH. Muhammad Ridwan mengatakan, tahun 2015 tepatnya keberadaan Ponpes Bahril Wahdah Darussalam lokasinya masih berupa kebon dan semak belukar dan tanah yang ditempati ini atas keikhlasan dari Darussalam yang telah mewakafkan tanahnya sehingga pada tahun 2016.
“Saya beserta beberapa anggota dan santri serta para tokoh masyarakat mulai membangun gedung dan Alhamdulillah dengan berjalan nya waktu dan atas Izin Allah SWT berdirillah Yayasan Ponpes Bahril Wahdah Darussalam ini,” ucapnya.
Selain itu di Yayasan Ponpes Bahril Wahdah Darussalam Alhamdulillah juga sudah ada pendidikan formalnya, jadi bukan hanya belajar pendidikan agama nya saja tetapi juga ada pelajaran tentang pendidikan formalnya, baik dari tingkat SD, SMP maupun SMA.
KH Muhammad Ridwan mengucapkan terimakasih kepada Wakil Bupati beserta rombongan yang telah hadir pada peletakan batu pertama pembangunan gedung Asrama ini.
“Semoga atas kedatangan bapak wakil bupati beserta rombongan serta doa dan dukungan dari pemerintah daerah bisa menambah semangat kami dalam meningkatkan pendidikan di bidang keagamaan dan anak didik yang ada di ponpes Bahril Wahdah Darussalam bisa bermanfaat bagi Negara Nusa dan Bangsa,” katanya.
KH Muhammad Ridwan juga berharap dengan adanya pesantren ini juga tidak lain untuk kemaslahatan umat, yakni mencetek generasi muda yang cinta kepada Al-quran, dan paham tentang ajaran Agama Islam.
Sementara itu, Wakil Bupati Lamsel, Pandu Kusuma Dewangsa, mengapresiasi pengurus yayasan Ponpes Bahril Wahdah Darussalam dan peran serta warga membangun Pondok Pesantren.
“Melihat kondisi masyarakat terutama generasi muda masalah pergaulan pada era modern ini yang bisa mempengaharui generasi penerus agar tidak terjerumus ke arah yang salah, maka diharapkan dengan apa yang telah diajarkan di ponpes dapat mewujudkan para generasi muda lebih cinta masjid, cinta Al-quran, dan taat beribadah,” ucapnya.
Dikatakannya, membangun pesantren ini tidak cukup dengan mimpi akan tetapi harus punya keberanian, tanggung jawab dan benar-benar dimanfaatkan dengan baik.
“Semoga dengan adanya Ponpes ini dapat merubah karakter generasi muda yang berbudi luhur, berahlak dan berkarakter,” pungkas Pandu.







