LAMPUNGONE.CO, BANDARLAMPUNG- Pemerintah Kota Bandar Lampung memperkuat upaya pelestarian budaya daerah melalui kuliner tradisional. Wali Kota Eva Dwiana mengajak masyarakat menjaga dan mewariskan makanan khas Lampung dalam Lomba Masakan Tradisional Lampung dan Jajanan Pasar di Gedung Graha Mandala Alam, Rabu (22/7/2026).
Dalam sambutannya, Eva mengatakan lomba tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung yang mengusung tema Dengan Semangat Bandar Lampung Bersinar, Kita Wujudkan Indonesia Emas.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam mengembangkan sekaligus melestarikan budaya daerah, khususnya melalui kekayaan kuliner khas Lampung.
“Lomba masakan tradisional dan jajanan pasar ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam mengembangkan budaya daerah, meningkatkan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya Lampung, serta mengembangkan masakan dan makanan khas tradisional Lampung,” ujarnya.
Lanjutnya, untuk lomba tersebut diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), kecamatan, hingga kelurahan di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Selain menjadi ajang memperkenalkan aneka kuliner tradisional, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendukung sektor pariwisata Kota Bandar Lampung dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai daerah di Provinsi Lampung.
Eva menilai perkembangan budaya memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat, sehingga seluruh elemen masyarakat perlu menjaga dan melestarikan budaya daerah.
“Mari kita jaga dan lestarikan budaya daerah dengan mencintai budaya sendiri serta mempertahankan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Eva juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap masakan tradisional Lampung.
“Menang atau kalah dalam perlombaan adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah menjaga sportivitas, rasa kebersamaan, dan terus mencintai masakan tradisional,” tutupnya.









