LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong program Makan Berigizi Gratis (MBG) dengan mengolah susu segar dari peternakan sapi perah lokal menjadi susu pasteurisasi, Rabu (19/11/2025).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti menjelaskan proses rumah susu di Kota Metro merupakan peternakan dari PT. Juang Jaya Abadi Alam Kabupaten Lampung Selatan yang melakukan budidaya sapi perah.
“Proses rumah susu ini sementara susunya berasal dari peternakan kita yang ada di Juang Jaya, Lampung Selatan,” ujar Lili.
Ia menambahkan, PT. Juang Jaya Abadi mengirmkan susu pasteurisasi sebanyak 530 Liter setiap dua kali dalam seminggu.
“Pengiriman dua kali dalam seminggu. Karena program makan bergizi gratis yang ada susunya di Lampung Tengah khususnya atau di metro itu seminggu dua kali,” tambahnya.
Dalam hal ini, PT. Juang Jaya Abadi Alam memasok sebanyak 4.240 Liter dalam sebulan untuk mendukung rumah susu dengan pengemasan sebanyak 3.500 kemasan gelas cup kecil.
“didistribusikan baru ke satu SPPG. yang berada di Yosomulyo. Jadi sementara rumah susu ini nantinya akan mengisi ke 23 SPPG yang ada di kota metro. Jadi terus-terus kita lakukan pendampingan, kita lakukan pembinaan untuk adanya rumah susu ini,” ungkapnya.
Ia mengharapkan, susu yang di berikan ke Program Makan Berigizi Gratis (MBG) merupakan susu pasteurisasi bukan bentuk susu kemasan. Namun, di Lampung sendiri usaha peternakan sapi perah masih sangat kurang.
Pemerintah Provinsi Lampung juga terus berusaha menambah investor agar melakukan usaha sapi perah. “Karena di Lampung lahan masih ada, pakan sangat banyak. Jadi kita selalu berusaha agar ada investor yang masuk melakukan budidaya sapi perah tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, di Provinsi Lampung sendiri peternakan sapi perah hanya ada di PT. Juang Jaya dan PT. JJLC.
“Budidaya sapi perah di Lampung baru ada di Juang Jaya, sama di hometown PT. JJLC kalau JJLC kan memang sudah lama dia ada pertanakan sapi perahnya,” tambahanya
Lili mengungkapkan, untuk susu sendiri bukan hanya di Lampung yang kekurangan tetapi di seluruh Indonesia. Pemerintah Pusat terus berupaya mencari investor untuk melakukan usah di sektor budidaya sapi perah.








