Hewan Peliharaan Masuk atau Keluar Lampung Diberi Penanganan Vaksin Khusus

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG- Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung melakukan penanganan vaksin khusus pada hewan peliharaan yang masuk atau keluar Lampung baik melalui pelabuhan maupun melalui Bandara

Sementara Dinas Pertanian Bandar Lampung terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk membawa hewan peliharaan ke pusat kesehatan hewan (Puskeswan) untuk vaksin Anti rabies secara gratis.

Dinas pertanian Bandar Lampung memaksimalkan pencegahan rabies pada hewan di Bandar Lampung termasuk cara jemput bola mendatangi beberapa restoran yang sering didatangi hewan liar untuk disuntik vaksin Anti rabies pada hewan liar.

Drh.Akhir Santoso, Subkoordinator Substansi Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung, menyampaikan penyakit rabies merupakan penyakit anjing gila). “Jadi kalau ada hewan peliharaan seperti kucing, anjing atau kera yang positif rabies menunjukkan gila,”ucapnya

Lebih rinci, Deh.Akhir menyampaikan bahwa hewan yang terjangkit rabies artinya, hewan tersebut mudah menyerang ke manusia atau hewan lainnya juga, air liur banyak.

“Artinya kalau tidak normal artinya masyarakat itu harus berhati hati seperti kejadian di Bali itu menggigit anak kecil tapi orang tua tak paham atau masyarakat tak paham. Sehingga tak segera ditangani,” ucap Drh.Akhir Santoso. Rabu (21/6)

Apabila terjangkit hewan rabies, ada beberapa hal yang dilakukan, lanjut Drh.Akhir seperti mematikan hewan tersebut ada perlakuan yang dibakar atau sebagainya. “Ada bagi manusia yang tergigit segera siram dengan air mengalir dan segera disuntik vaksin Anti rabies dinas kesehatan (Dinkes),”ucap Drh.Akhir

Di Balai Karantina sendiri, lanjut Drh.Akhir untuk lalu lintas atau pencegahan hewan yang masuk ke Lampung melalui pelabuhan atau Bandar Lampung, baik itu divaksin, uji lab, titer antibodi masih bagus atau protektif sehingga itu boleh dilalu lintaskan.

“Kalau kami misalnya, ada hewan peliharaan mau di lintaskan baik melalui pelabuhan maupun Bandara baru melalui karantina. Tapi kalau di di Provinsi Lampung ditangani oleh dinas pertanian atau peternakan setempat.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian kota Bandar Lampung, Agustini, menyampaikan cara pencegahan rabies pada hewan di kota Bandar Lampung, antara lain, selalu berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan provinsi Lampung terutama dalam penyediaan vaksin rabies pada hewan. “Saat ini Puskeswan tersedia 1000 vaksin rabies untuk hewan,”ucap Agustini pada hari Selasa, 20 Juni 2023

Lalu, Dinas pertanian Bandar Lampung juga membuka stand pada saat Bandar Lampung Expo merupakan rangkaian HUT kota Bandar Lampung ke 341 di Stand Tugu Adipura Bandar Lampung dari 11-18 Juni 2023.

“Beberapa hari kita adakan vaksin gratis pada hewan peliharaan. Pokoknya kita usaha semaksimalkan mungkin menimalisir rabies di pada hewan di Bandar Lampung,”jelas Agustini.

Agustini juga mengatakan Dinas Peternakan juga sering lakukan pemeriksaan vaksin rabies untuk hewan liar.

“Misalnya, kita kumpulin hewan liar di tingkatan kelurahan seperti belum lama ini di kelurahan Enggal atau misalnya ada suka yang juga di restoran yang ada kucing berkeliaran, kita juga sering memberikan vaksin pada kucing liar tersebut,”sebut Agustini.

Lebih rinci, Agustini menyampaikan Dinas Pertanian telah menyediakan 1000 vaksin rabies untuk hewan peliharaan .

Oleh sebab itu, Agustini menyampaikan pihaknya, menghimbau kepada masyarakat Bandar Lampung yang mempunyai hewan peliharaan.

Seperti, kucing, Anjing, monyet dan kelinci yang terindikasi rabies untuk segera membawa kepusat kesehatan hewan (Puskeswan) yang berlokasi di Jalan Pramuka, Bandar Lampung. “Bawa ke Puskeswan di Jalan Pramuka.Gratis pencegahan dan pengobatannya,”ucapnya.

Sebelumnya, Dinas pertanian kota Bandar Lampung mencatat satu kasus rabies sepanjang 2023. Kasus tersebut tercatat beberapa bulan yang lalu dan sudah beres ditangani .”Ada satu kasus hewan terinfeksi rabies, itu langsung kita tangani. Sudah beres beberapa bulan lalu,” tutupnya Agustini.

  • Bagikan