LAMPUNGONE.CO,BANDARLAMPUNG. Rapat Koordinasi Terkait Perkembangan Situasi Nasional dan Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025. Secara year on year inflasi Lampung berada di angka 1,05 persen sementara secara Mount to Mount tercatat deflasi sebesar 1,47 persen dan secara year to death Lampung mengalami deflasi sebesar 0,08 persen. Selasa (02/09/2025)
Rinvayanti selaku Kepala Biro Perekonomian mengatakan Penyebabnya terjadinya Deflasi tertinggi adalah biaya pendidikan SMA, SMP, Bawang Putih, dan Cabai Rawit.
Serta akan terus melakukan pemantauan harga, terutama pada sektor pangan yang kerap menjadi pemicu inflasi. Salah satu langkah antisipasi adalah operasi pasar, yang hanya digelar jika terjadi lonjakan harga signifikan.
“Operasi pasar itu baru dilakukan apa bila memang harganya tidak stabil terjadi kenaikan harga yang terlalu melonjak atau signifikan sepanjang itu masih terjaga dan stabil ya tidak perlu kita lakukan operasi pasar,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan di kabupaten/kota, harga beras di Lampung saat ini masih stabil. Beras medium berada di kisaran Rp. 12.000-13.500 per kilogram , sedangkan beras premium di kisaran Rp.14.000-15.000 per kilogram
Ia juga menjelaskan tidak ada lonjakan yang terjadi di pasar, “Insyallah gada karena turun kemarin di bulan agustus kmrn cukup tinggi di year on year nya 2,63 itu kita sudah lakukan penyaluran beras mungkin ini hasilnya jadi terjadi penurunan,” tambahnya.








