Pemprov Lampung Targetkan 90 Persen Jalan Provinsi Berstatus Mantap pada 2028

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan 90 persen jalan provinsi berstatus mantap pada 2028. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memastikan mulai 2026, seluruh perbaikan jalan tidak lagi menggunakan aspal, melainkan beralih ke beton, Jum’at (03/10/2025).

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur saat meninjau kinerja Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung di Bandar Lampung.Menurutnya, perbaikan infrastruktur menjadi tantangan utama pemerintahannya sejak awal menjabat pada Februari lalu.

“Saat saya pertama dilantik, hasil survei menunjukkan ketidakpuasan masyarakat Lampung terhadap pemerintah provinsi paling tinggi ada di sektor infrastruktur, terutama jalan. Tantangan kami adalah bagaimana menyelesaikan ketidakpuasan itu,” ucapnya

Gubernur mengakui masih ada jalan-jalan yang rusak dan perlu dibenahi. Ia menyebut ada tiga persoalan utama yang menjadi fokus pembenahan, yaitu strategi pembangunan, kualitas konstruksi, dan persepsi publik.

“Sekarang strateginya kami ubah. Jalan yang diperbaiki adalah yang rusak dan berada di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi. Dengan anggaran Rp400 miliar, dampaknya bisa dirasakan 2–3 juta orang, bukan hanya 1,5 juta orang seperti sebelumnya,” jelasnya.

Gubernur juga menyoroti masalah kualitas jalan yang kerap cepat rusak. Menurutnya, jalan provinsi selama ini dibangun dengan spesifikasi 20 ton, tetapi dilalui kendaraan dengan beban hingga 50 ton yang mengangkut hasil pertanian seperti padi dan singkong.

Selain itu, Pemprov membuka akses pengawasan publik terhadap proyek jalan. “Kami sekarang membuka diri. Konsekuensinya, kualitas pekerjaan harus bagus. Yang mengawasi bukan hanya Dinas PU atau konsultan, tapi seluruh masyarakat Lampung. Kalau ada masalah, semua bisa melihat. Ini juga diapresiasi aparat penegak hukum,” tuturnya.

Gubernur mengapresiasi kerja keras jajaran BMBK yang menurutnya telah bekerja lebih cepat dari biasanya. Jika sebelumnya pekerjaan perbaikan jalan dengan anggaran yang sama baru selesai pada akhir tahun, kini banyak yang rampung lebih cepat.

Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung M. Taufiqullah melaporkan, hingga awal Oktober dari 52 paket kegiatan perbaikan jalan, 40 paket sudah mencapai tahap Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara.

“Masih ada 12 paket lagi yang sedang dikejar agar selesai dalam dua bulan ke depan. Mudah-mudahan cuaca mendukung dan tidak hujan terus,” kata Taufiqullah.

Ia juga menyebut pembangunan infrastruktur jembatan masih terus berjalan. Dari 21 paket jembatan, enam di antaranya sudah mencapai tahap PHO.

“Untuk jembatan prosesnya memang lebih lama, apalagi di daerah rawan banjir seperti Kelumbayan. Namun, kami berusaha mempercepat agar masyarakat segera merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Taufiqullah menambahkan, masyarakat kini mulai merasakan dampak nyata dari pembangunan infrastruktur, misalnya rencana pelebaran jalan di kawasan wisata Lempasing–Mutun yang disambut gembira warga.

  • Bagikan