LAMPUNGONE.CO, BANDARLAMPUNG-
Puskesmas Rajabasa Indah menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi di Bandar Lampung sepanjang 2025, dengan total 49 kasus.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bandar Lampung juga Puskesmas Bakung menyusul dengan 34 kasus, dan Puskesmas Sumur Batu 29 kasus.
“Jika ditemukan kasus, puskesmas langsung melakukan penyelidikan epidemiologi di sekitar lokasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, Jumat (21/11/2025).
Fogging jadi langkah awal
Muhtadi menegaskan fogging yang dilakukan puskesmas hanya merupakan langkah pendukung dalam pemberantasan DBD. Kunci pencegahan tetap berada pada perilaku masyarakat.
“Fogging itu bagian kecil saja. Yang terpenting memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk,” ujarnya.
Ia menyebut pola hidup masyarakat punya peran besar, terutama saat memasuki musim penghujan. Sampah seperti kaleng, botol, atau plastik bekas yang terisi air menjadi tempat ideal nyamuk bertelur.
Diskes pun kembali mengimbau masyarakat memperkuat gerakan 3M Plus:
3M:
Menguras tempat penampungan air
Menutup rapat wadah air
Mendaur ulang atau menimbun barang bekas yang dapat menampung air
Langkah Plus:
Menaburkan larvasida
Memelihara ikan pemakan jentik
Menanam tanaman pengusir nyamuk
Menggunakan lotion antinyamuk
Menjaga kebersihan lingkungan
“Partisipasi masyarakat harus jadi kebiasaan. Kalau lingkungan bersih, nyamuk tidak punya ruang berkembang biak,” tutup Muhtadi.









